Ossy wrote:

Untuk bekal perjalanan ke Bandung hari Minggu kemarin, ayah saya ingin memesan buras, tapi siapa yang sudah jualan jam 5 pagi??? Akhirnya asisten manajer rumah tangga saya (saya ini manajernya looh :mrgreen: )
berinisiatif untuk membuat sendiri saja, sore sehari sebelumnya. Sayapun langsung bersemangat untuk membantunya, karena seumur2 belum pernah lihat proses pembuatan buras, bisanya makan doang. Dan berhubung saya lagi belajar masak-memasak, marilah kita lakukan.
Pertama-tama rebus air sepanci penuh, setelah mendidih ambil sedikit air, masukkan beras yang telah dicuci sebelumnya, rebus sampai beras lunak. Air yang disisihkan sebelumnya berfungsi untuk menambah air pada rebusan beras kalau dirasa kurang, karna ga boleh ditambah dengan air mentah & dingin (ini alasannya apa ya? lupa ). Ga usah dikasih garam, karna akan mempercepat proses pembasian, kalau mau cepat dimakan sih kayaknya ga apa2.

Setelah beras lunak, mirip2 bubur gitu, angkat, masukkan sedikit minyak goreng, aduk2 sambil agak ditumbuk.

ditumbukini asisten saya yang menumbuk, kalo saya ga kuat hihi alasan

Sudah jadinya seperti ini

nasi buras

Ohya, ini sambal oncom untuk isiannya. Dibuat dari bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe rawit yang ditumbuk halus, tumis dengan oncom.

sambal oncom

Naah, sekarang giliran saya membantu turun tangan.

Ambil 1 sdm adonan nasi, tuang ke pembungkus yaitu daun pisang yang sudah dipanaskan sebelumnya, pipihkan dan tuang sambal oncom ditengahnya, dan tutup isiannya. Gulung dan lipat pinggirannya.

isi oncom

daun pembungkusnya harus 2 lapis, yang kecil didalam, karna menurut asisten saya supaya nanti tidak kesepian di dalam kubur (????!!!) maksudnya buras ini sama dengan yang ada di dalam kain kafan??

buras isi oncom

buras sebelum dikukus

taraaaa… jadi.. eh belum ternyata, harus dikukus dulu, padahal ingin nyicip

Kukus selama 1,5 jam, angkat dan dinginkan.

Berat juga ya perjuangan penjual gorengan untuk membuat buras yang harganya murah meriah itu. Mudah2an para penjual buras mendapatkan keuntungan yang berkah, amin.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?